Konyol! Dilanda Kekeringan Parah, Israel Mau Robek-robek Pintu Surga


Suasana di situs suci Tembok Barat, Yerusalem, pada Kamis lalu berbeda dari hari biasa. Di hari itu, sejumlah umat Yahudi, bahkan beberapa pejabat utama Israel hadir di situs tersebut.

Momen berkumpul ini diinisiasi oleh Menteri Pertanian Israel, Uri Ariel. Bersama Kepala Rabbi Israel, David Lau dan Yitzhak Yosef, Ariel mengajak umat Yahudi berdoa bareng agar turun hujan.

Dilaporkan Times of Israel, Para ahli cuaca dari Israel menyebut musim kekeringan ini terburuk dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.

“Saya meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam acara,” kata Ariel saat mengumumkan acara awal pekan ini, dan untuk membawa payung, karena bersama-sama kita akan merobek pintu gerbang surga.”

Warga Israel lain mengkritik upaya Ariel tersebut. Mereka mengatakan cara tersebut tidak akan berguna.

Tapi Ariel menegaskan kekerangan tidak dapat disembuhkan, namun doa bersama itu diharapkan dapat membantu.

“Saya merupakan orang yang tidak bergantung pada keajaiban dan melakukan semua yang saya ketahui untuk menemukan solusi atas krisis air,” kata Ariel dalam wawancara di Ynet.

Ariel pun mengatakan pemerintah telah melakukan sejumlah upaya seperti mengebor sumber air bawah tanah di Dataran Tinggi Golan dan Galilea. Juga membangun pabrik desalinasi tambahan untuk melengkapi yang sudah ada, serta melakukan penelitian pertanian untuk menciptakan varietas tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air.

Namun, berbagai kebijakan tersebut nyatanya tidak banyak mengubah keadaan.

Karena itu, Ariel, yang merupakan penganut Yahudi Ortodox, memilih jalan doa sebagai solusi.

“Kami secara signifikan mengurangi air, melakukan banyak penelitian tentang bagaimana menghemat air pada tanaman yang berbeda. Namun, tetap doa memberi pengaruh tersendiri,” ulas Ariel.

Langkah Ariel tak pelak menimbulkan kritik yang menyatakan seorang menteri harus menangani krisis dengan lebih banyak bertindak.

Seperti misalnya tulisan harian Yedioth Ahronoth.

“Doa bukan sesuatu yang buruk. Tetapi menteri harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi (masalah) yang lebih membumi,” ulas Yedioth.

Salah satun caranya, lanjut Yedioth, dengan mempromosikan kebijakan untuk mengurangi perubahan iklim.




Sumber : http://cerpenhati.com/luar-negara/konyol-dilanda-kekeringan-parah-israel-mau-robek-robek-pintu-surga/

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==